Jumat, 19 Januari 2018

Sejarah Lahirnya Pancasila

Sejarah singkat Hari Lahir Pancasila

Pancasila pun resmi dan sah menurut hukum menjadi dasar negara Republik Indonesia
HARI LAHIR PANCASILA. Sejumlah seniman membawa lambang Garuda Pancasila saat Kirab Grebeg Pancasila di Blitar, Jawa Timur, pada 31 Mei 2017. Foto oleh Irfan Anshori/Antara
JAKARTA, Indonesia — Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni pada tahun ini ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional.
Penetapan Hari Lahir Pancasila sebagai hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden Joko “Jokowi” Widodo Nomor 24 Tahun 2016 tertanggal 1 Juni 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.
Dalam Keputusan Presiden itu ditetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila dan peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan hari libur nasional sejak 1 Juni 2017.
Meskipun Hari Lahir Pancasila sekarang sesungguhnya merupakan peringatan yang ke 72 tahun, tetapi peringatannya secara nasional baru tahun ini.
Keputusan Presiden itu juga menyebutkan bahwa pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.
Latar belakang
Peringatan ini berlatar belakang dari rapat para pendiri bangsa dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di Gedung Chuo Sangi In, Jakarta, yang pada masa kolonial Belanda merupakan Gedung Volksraad—sekarang dikenal sebagai Gedung Pancasila.
BPUPKI alias "Dokuritsu Junbi Cosakai" merupakan badan yang dibentuk oleh pemerintah kolonial Jepang pada 29 April 1945 sebagai rekayasa Jepang untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.
Dalam rapat BPUPKI pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato mengenai lima dasar negara yang dia sebut dengan nama Pancasila.
Berikut cuplikan pidato Soekarno saat itu:
“Saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita, ahli bahasa saya, namanya ialah Pancasila .Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.”
Sejak awal, Soekarno menganggap Pancasila sebagai dasar atau fondasi berdirinya sebuah rumah besar, yakni Republik Indonesia, yang di dalamnya menaungi berbagai macam suku dan agama.
Jepang pada 7 Agustus 1945 mengganti BPUPKI menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau "Dokuritsu Junbi Inkai".
Singkat cerita, Jepang hancur lebur pada Perang Dunia II ketika pasukan sekutu barat pimpinan Amerika Serikat menjatuhkan bom atom ke Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan ke Nagasaki pada 9 Agustus 1945.
Kekuatan dan pengaruh Jepang di Indonesia pun melemah sehingga membuat para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia berhasil merebut dan memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Pada 18 Agustus 1945 ditetapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia dinyatakan bahwa dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada:
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pancasila pun resmi dan sah menurut hukum menjadi dasar negara Republik Indonesia.
Mulai Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 berhubungan dengan Ketetapan No. I/MPR/1988, No. I/MPR/1993, Pancasila tetap menjadi dasar falsafah negara Republik Indonesia hingga kini. 

Sejarah Pramuka

SEJARAH PRAMUKA



A.  Pendahuluan
Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell of Gilwell.
Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan.
B.  Riwayat hidup Baden Powell
Lahir tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil.
Pengalaman Baden Powell yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan menarik diantaranya :
  1. Karena ditinggal bapak sejak kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.
  2. Dari kakaknya mendapat latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya.
  3. Sifat Baden Powell yang sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.
  4. Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.
  5. Terkepung bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.
  6. Pengalaman mengalahkan Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.
Pengalaman ini ditulis dalam buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik. William Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu. Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.
Tahun 1910 BP pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Pada tahun 1912 menikah dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.
C.  Sejarah Kepramukaan Sedunia
Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.
 Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau.
Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.
Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.
Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).

Tahun 1924 Jambore II                di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
Tahun 1929 Jambore III              di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
Tahun 1933 Jambore IV              di Godollo, Budapest, Hongaria
Tahun 1937 Jambore V                di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
Tahun 1947 Jambore VI              di Moisson, Perancis
Tahun 1951 Jambore VII             di Salz Kamergut, Austria
Tahun 1955 Jambore VIII           di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris
Tahun 1959 Jambore IX              di Makiling, Philipina
Tahun 1963 Jambore X                di Marathon, Yunani
Tahun 1967 Jambore XI              di Idaho, Amerika Serikat
Tahun 1971 Jambore XII             di Asagiri, Jepang
Tahun 1975 Jambore XIII           di Lillehammer, Norwegia
Tahun 1979 Jambore XIV           di Neishaboor, Iran tetapi dibatalkan
Tahun 1983 Jambore XV             di Kananaskis, Alberta, Kanada
Tahun 1987 Jambore XVI           di Cataract Scout Park, Australia
Tahun 1991 Jambore XVII          di Korea Selatan
Tahun 1995 Jambore XVIII        di Belanda
Tahun 1999 Jambore XIX           di Chili, Amerika Selatan
Tahun 2003 Jambore XX             di Thailand

Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.
Tahun 1920 dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss.
Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.
Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

Minggu, 14 Januari 2018

Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah


al-Fatihah
الفاتحة
Ayah 1 s.d. Ayah 7
Ayah 1 s.d. Ayah 7
Informasi
ArtiPembukaan
Nama lainFatihatul Kitab,[1] Ummul Qur'anUmmul Kitabas-Sab'ul Masani,[2]al-Kanz[1]al-Wafiyah,[1] al-Kafiyah,[1] al-Asas,[1] asy-Syafiyah,[3] al-Hamd,[1] as-Shalah,[1] al-Ruqyah,[1] asy-Syukru,[1] ad-Du'au,[1] asy-Syifa,[1]al-Waqiyah,[1]
KlasifikasiMakkiyah
Madaniyah[2]
Surah ke1
JuzJuz 1
Statistik
Jumlah ruku'1 ruku'
Jumlah ayat7 ayat
Jumlah kata25 kata
Jumlah huruf139 huruf
Mushaf Surah al-FatihahSurah Al-Fatihah (Arab: الفاتح , al-Fātihah, "Pembukaan") adalah surah pertama dalam al-Qur'an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an.
Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. Dinamakan Ummul Qur'an (أمّ القرءان; induk al-Quran) atau Ummul Kitab (أمّ الكتاب; induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (السبع المثاني; tujuh yang berulang-ulang) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam salat.

Unsur pokok

Keimanan

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, di mana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini. Di antara nikmat itu ialah : nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata Rabb (ربّ) dalam kalimat Rabbul-'aalamiin (ربّ العالمين) tidak hanya berarti Tuhan atau Penguasa, tetapi juga mengandung arti tarbiyah (التربية) yaitu mendidik dan menumbuhkan.
Hal ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuhan oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber berbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat.
"Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai Hari Pembalasan."
Yang dimaksud dengan "Yang Menguasai Hari Pembalasan" ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah.
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan."
Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka di dalam surat Al-Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu: '"Iyyaaka na'budu wa iyyaka nasta'iin"' (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين; hanya kepada Engkau-lah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan). Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk.
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. "
Di bagian akhir surat Al Faatihah disebutkan permohonan hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan ke jalan yang lurus, sedang surat Al Baqarah dimulai dengan penunjukan al Kitaab (Al Quran) yang cukup sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang dimaksudkan itu.

Hukum-hukum[sunting | sunting sumber]

Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud "Hidayah" disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

Kisah-kisah[sunting | sunting sumber]

Kisah para nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al -Quran memuat kisah-kisah para nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini, ialah para nabi, para shiddieqiin (صدّيقين; orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa' (شهداء; orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (صالحين; orang-orang yang saleh). Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.
Perincian dari yang telah disebutkan diatas terdapat dalam ayat-ayat Al Quran pada surat-surat yang lain.

Al-Fatihah[sunting | sunting sumber]

Al-Fatihah merupakan satu-satunya surah yang dipandang penting dalam salat. Salat dianggap tidak sah apabila pembacanya tidak membaca surah ini.[4] Dalam hadits dinyatakan bahwa salat yang tidak disertai al-Fatihah adalah salat yang "buntung" dan "tidak sempurna".[5] Walau begitu, hal tersebut tidak berlaku bagi orang yang tidak hafal Al-Fatihah. Dalam hadits lain disebutkan bahwa orang yang tidak hafal Al-Fatihah diperintahkan membaca:
"Maha Suci Allah, segala puji milik Allah, tidak ada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah."[6]
Dalam pelaksanaan salat, Al-Fatihah dibaca setelah pembacaan Doa Iftitah dan dilanjutkan dengan "Aamiin" dan kemudian membaca ayat atau surah al-Qur'an (pada rakaa'at tertentu). Al-Fatihah yang dibaca pada rakaat pertama dan kedua dalam salat, harus diiringi dengan ayat atau surah lain al-Qur'an. Sedangkan pada rakaat ketiga hingga keempat, hanya Al-Fatihah saja yang dibaca.[7]
Disebutkan bahwa pembacaan Al-Fatihah seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad adalah dengan memberi jeda pada setiap ayat hingga selesai membacanya,[8] misal:
Bismillāhir rahmānir rahīm (jeda) Alhamdu lillāhi rabbil ʿālamīn (jeda) Arrahmānir rahīm (jeda) Māliki yaumiddīn (jeda) dan seterusnya.
Selain itu, kadang bacaan Nabi Muhammad pada ayat Maliki yaumiddīn dengan ma pendek dibaca Māliki yaumiddīn dengan ma panjang.[9]
Dalam salat, Al-Fatihah biasanya diakhiri dengan kata "Aamiin". "Aamiin" dalam salat Jahr biasanya didahului oleh imam dan kemudian diikuti oleh makmum. Pembacaan "Aamiin" diharuskan dengan suara keras dan panjang.[10] Dalam hadits disebutkan bahwa makmum harus mengucapkan "aamiin" karena malaikat juga mengucapkannya, sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa "aamiin" diucapkan apabila imam mengucapkannya.[11]
Pembacaan Al-Fatihah dan surah-surah lain dalam salat ada yang membacanya keras dan ada yang lirih. Hal itu tergantung dai salat yang sedang dijalankan dan urutan rakaat dalam salat. Salat yang melirihkan seluruh bacaannya (termasuk Al-Fatihah dan surah-surah lain) dari awal hingga akhir salat, disebut Salat Sir (membaca tanpa suara). Salat Sir contohnya adalah Salat Zuhur dan Salat Ashar di mana seluruh bacaan salat dalam salat itu dilirihkan. Selain salat Sir, terdapat pula salat Jahr, yaitu salat yang membaca dengan suara keras. Salat Jahr contohnya adalah salat Subuhsalat Maghrib, dan salat Isya'. Dalam salat Jahr yang berjamaah, Al-Fatihah dan surah-surah lain dibaca dengan keras oleh imam salat. Sedangkan pada saat itu, makmum tidak diperbolehkan mengikuti bacaan Imam karena dapat mengganggu bacaan Imam dan hanya untuk mendengarkan. Makmumdiperbolehkan membaca (dengan lirih) apabila imam tidak mengeraskan suaranya.[11] Sementara dalam Salat Lail, bacaan Al-Fatihah diperbolehkan membaca keras dan diperbolehkan lirih, hal ini seperti yang tertera dalam hadits:
"Rasulullah bersabda, "Wahai Abu Bakar, saya telah lewat di depan rumahmu ketika engkau salat Lail dengan bacaan lirih." Abu Bakar menjawab, "Wahai Rasulullah, Dzat yang aku bisiki sudah mendengar." Dia bersabda kepada Umar, "Aku telah lewat di depan rumahmu ketika kamu salat Lail dengan bacaan yang keras." Jawabnya, "Wahai Rasulullah, aku membangunkan orang yang terlelap dan mengusir setan." Nabi Muhammad bersabda, "Wahai Abu Bakar, keraskan sedikit suaramu." Kepada Umar dia bersabda, "Lirihkan sedikit suaramu."[12]

Terjemahan Surat Yasin

SURAT YASIN

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin. Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Terjemahan

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
  • Ya Sin, Demi Al-Quran yang mengandung Hikmah, bahwa kamu termasuk golongan Rasul yang berada dalam Jalan Lurus, orang yang diutus oleh Yang Maha Perkasa, Maha Penyayang supaya kamu memperingatkan kaum yang para leluhur mereka belum pernah diperingatkan sehingga kaum itu mengabaikan diri,
    sungguh telah berlaku keputusan terhadap sebagian besar dari kaum itu, akibat mereka tidak beriman, bahwasanya kelak Kami akan membelenggu leher kaum itu lalu tangan mereka ke dagu sehingga mereka menghadap ke atas, lalu Kami adakan dinding di hadapan mereka beserta dinding pula di belakang mereka, bahwa Kami tutup mereka sehingga mereka tidak dapat melihat; bahwa telah mutlak tentang keadaan mereka, baik kamu peringatkan mereka maupun tidak kamu peringatkan, mereka takkan beriman. (Ayat:1-10)
  • Sungguh kamu hanya sanggup memperingatkan orang-orang yang bersedia menuruti pengajaran serta orang-orang yang menghormati Yang Maha Penyayang secara ghaib, maka gembirakan orang-orang tersebut berkaitan dengan pengampunan maupun upah yang mulia. (Ayat:11)
  • Sungguh Kami menghidupkan segala yang telah mati serta Kami mencatat hal-hal yang telah mereka lakukan maupun hal-hal yang telah mereka tinggalkan bahwasanya segala sesuatu Kami simpan dalam catatan khusus. (Ayat:12)
  • Dan berikan suatu perumpamaan kepada mereka tentang sebuah penduduk negeri saat golongan Rasul datang kepada mereka,
    ketika Kami telah mengutus dua Rasul menghadap mereka, lalu mereka menolak keduanya kemudian ketika Kami perkuat kedua Rasul itu dengan yang ketiga, lalu golongan tersebut berkata: "kami ini adalah golongan yang diutus kepada kalian"; mereka mengatakan: "kalian tidak lain hanyalah beberapa manusia yang serupa dengan kami bahwa Yang Maha Pengasih tiada menyampaikan apapun, kalian tidak lain menyatakan dusta belaka;" golongan tersebut berkata: "Tuhan kami yang mengetahui bahwa kami adalah golongan yang diutus kepada kalian, bahwa tiada kewajiban kami melainkan penyampaian secara jelas," mereka mengatakan: "kami sungguh risau menghadapi kalian sungguh jika kalian tidak berhenti niscaya kami melempari kalian dengan batu sehingga kalian pasti akan mendapati hukuman yang keras dari diri kami",  golongan tersebut berkata: "Kerisauan kalian itu berada pada diri kalian sendiri, apakah itu akibat kalian diperingatkan? yang sebenarnya kalian itu merupakan kaum yang keras kepala",  kemudian muncul dari ujung kota, seorang laki-laki yang bergegas-gegas, ia berkata: "Wahai kaumku, ikutilah golongan Rasul tersebut, Ikutilah orang yang tiada meminta upah kepada kalian bahwa mereka itulah golongan yang terbimbing; mengapakah aku tidak menyembah Dia yang telah Membentuk diriku; serta hanya menuju Dia, kalian berpulang? apakah aku akan menyeru kepada sembahan-sembahan selain Dia? sekiranya Yang Maha Pengasih menghendaki kesukaran terhadap diriku niscaya perantaraan mereka tiada berpengaruh sedikitpun terhadap diriku bahkan tidak pula mereka itu sanggup menyelamatkan diriku, jika aku bertindak demikian tentulah aku berada dalam kesesatan yang parah,"
    :"bahwa aku telah beriman terhadap Tuhan kalian; maka dengarkan diriku,"  diserukan: "Masuklah ke Surga" orang tersebut berkata: "Alangkah baik sekiranya kaumku mengetahui hal yang menyebabkan Tuhanku mengampuni diriku serta yang menjadikan diriku termasuk kelompok yang diistimewakan" maka Kami tidak mengirimkan suatu peninggalan dari langit kepada kaumnya sepeninggal orang tersebut bahwa tidaklah perlu bagi Kami untuk menghadirkan hal demikian; melainkan melalui Kegemparan yang sekali saja, lalu seketika mereka semua diam tak berdaya. (Ayat:13-29)
  • Alangkah menyesal hamba-hamba itu, bahwa tiada satupun Rasul yang diterima oleh mereka melainkan mereka mencemooh orang itu, tidakkah mereka mengetahui betapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami punahkan bahwasanya orang-orang itu tiada kembali kepada mereka, sebab kelak mereka semua akan dihimpunkan kepada Kami. (Ayat:30-32)
  • Dan suatu Bukti bagi mereka adalah bumi yang mati, Kamilah yang menghidupkan itu serta Kamilah yang menumbuhkan daripada itu, biji-bijian yang mereka makan; serta Kami sediakan kebun-kebun kurma maupun anggur disana, serta Kami pancarkan disana sumber-sumber mata air supaya mereka dapat makan buah-buah disana, maupun hal-hal yang diusahakan oleh tangan mereka lalu mengapakah mereka tidak bersyukur? (Ayat:33-35)
  • Dipermuliakanlah Yang Menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, baik hal-hal yang ditumbuhkan oleh bumi serta diri mereka maupun hal-hal yang tidak mereka ketahui,
    dan merupakan Bukti bagi mereka adalah malam bahwa Kamilah yang menghapuskan keadaan siang dalam malam, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,
    bahwa matahari bergerak dalam jalurnya, demikianlah Ketetapan dari Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui,
    sungguh telah Kami tetapkan pada bulan, keadaan manzilah-manzilah hingga kembali dalam bentuk tandan tua, tidaklah matahari mengiringi bulan serta tidaklah malam mendahului siang, sebab masing-masing bergerak pada jalur tertentu. (Ayat:36-40)
  • Dan sebuah Bukti untuk mereka adalah bahwa Kami mengangkut keturunan mereka dalam suatu bahtera yang penuh muatan, maka kelak Kami ciptakan untuk mereka hal menyerupai ini yang akan mereka kendarai,
    sekiranya Kami kehendaki niscaya telah Kami tenggelamkan mereka sehingga tiada penolong untuk mereka serta tidak pula mereka diluputkan akan tetapi sebagai Kasih dari Kami, serta sebagai hiburan sampai waktu tertentu supaya diserukan kepada mereka: "Takutlah terhadap hal-hal yang telah berlalu maupun hal-hal yang segera menanti kalian supaya kalian dikasihani" bahwa tiada hadir kepada mereka suatu Bukti Tuhan mereka, melainkan mereka menghindar terhadap yang demikian. (Ayat:41-46)
  • Dan apabila diserukan kepada mereka: "Sisihkan sebagian rezeki yang dikaruniakan oleh Allah kepada kalian" maka orang-orang yang kafir itu mengatakan kepada orang-orang yang beriman: "Haruskah kami memberi makan kepada orang yang sekiranya Allah kehendaki tentulah Dia yang memberi makan kepada orang itu, kalian tidak lain berada dalam penyimpangan yang jelas" bahkan mereka mengatakan: "Kapankah janji ini jika kalian memang golongan yang benar?",  tidaklah mereka menunggu melainkan suatu Kegemparan yang menumpas mereka sewaktu mereka masih meragu, lalu mereka tidak kuasa berwasiat serta mereka tidak pula dapat berpulang kepada keluarga mereka tatkala sangkalala ditiup, seketika mereka muncul secara bergegas dari kubur menghadap Tuhan mereka, mereka mengatakan: "Celakalah kami! siapakah yang membangkitkan kami dari tempat peristirahatan kami?" demikianlah bahwa hal-hal yang dijanjikan oleh Yang Maha Pengasih beserta golongan Rasul merupakan Kebenaran, hanya melalui Kegemparan yang sekali saja, maka tiba-tiba mereka semua dihimpunkan kepada Kami; kemudian pada Hari itu setiap diri tak sedikitpun dicurangi bahwa tidaklah kalian dibalas, melainkan sesuai dengan hal-hal yang telah kalian lakukan.
    Bahwasanya golongan penghuni Surga pada hari itu dalam keadaan bersuka cita dalam kesibukan, baik mereka serta pasangan-pasangan mereka berada dalam tempat yang teduh, duduk di atas tahta-tahta; dalam Surga itu mereka memperoleh buah-buah serta memperoleh yang mereka minta; "Salam" merupakan ucapan selamat dari Tuhan, Yang Maha Penyayang. (Ayat:47-58)
  • "Dan berpisahlah kalian pada hari ini, wahai kalian golongan berdosa! belumkah Aku memerintahkan kepada kalian wahai Bani Adam supaya kalian tidak menyembah setan? sungguh makhluk itu merupakan musuh sejati terhadap kalian maka mengabdilah kepada Aku, demikianlah Jalan Lurus, makhluk itu yang telah menyesatkan sebagian besar dari kalian, tidakkah kalian menyadari?", "Inilah Jahannam yang dahulu telah diancamkan kepada kalian, masukilah pada Hari ini disebabkan sebulumnya kalian mengingkari." pada hari ini Kami tutup mulut mereka, sehingga berbicara kepada Kami, tangan mereka beserta kaki mereka bersaksi tentang yang dahulu mereka kerjakan; sekiranya Kami kehendaki, tentu sebelumnya Kami lenyapkan penglihatan mata mereka sehingga mereka berada dalam kebingungan mencari jalan, maka bukankah sebelumnya mereka sanggup melihat, dan sekiranya Kami kehendaki pastilah Kami tahan mereka di tempat mereka berada sehingga mereka tidak sanggup bergerak maupun tidak sanggup kembali; bahwa barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dirinya menuju keadaan asal maka tidakkah mereka memikirkan? (Ayat:59-68)
  • Dan tidaklah Kami mengajarkan syair kepada ia, bahwa hal itu tidaklah sesuai untuk dirinya, demikian itu tidak lain sebuah Pengajaran serta sebuah bacaan yang nyata supaya ia memperingatkan orang-orang yang masih hidup serta supaya mutlak Ketetapan terhadap golongan yang kafir. (Ayat:69-70)
  • Dan tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Kami yang telah menciptakan hewan ternak untuk mereka, dari hal-hal yang telah Kami ciptakan melalui Kekuasaan Kami, lalu mereka dapat menguasai hal demikian? serta Kamilah yang menundukkan hal-hal demikian untuk mereka, maka sebagiannya menjadi kendaraan mereka, sementara sebagian lain mereka makan; dan mereka memperoleh daripada hal-hal demikian, berbagai manfaat serta minuman; lalu mengapakah mereka tidak bersyukur? (Ayat:71-73)
  • Orang-orang yang menghendaki sembahan-sembahan yang bukan Allah, dengan harapan supaya orang-orang diselamatkan akan tetapi hal-hal demikian tiada menyelamatkan orang-orang itu padahal hal-hal demikian telah dijadikan sebagai pembela yang telah mereka rawat sendiri. (Ayat:74-75)
  • Maka janganlah ucapan mereka itu menggelisahkan dirimu, sungguh Kami mengetahui hal-hal yang mereka rahasiakan maupun hal-hal yang mereka nyatakan. (Ayat:76)
  • Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami telah menciptakan dirinya berbahan air nutfah, tiba-tiba orang itu menjadi penentang yang melampaui batas! bahkan orang itu membuat perumpamaan terhadap Kami sehingga orang itu lupa tentang asal mula dirinya; orang itu mengatakan: "Siapakah yang menghidupkan tulang belulang beserta serpihan yang remuk?" Katakanlah: "Dihidupkan oleh Yang Menyusun itu pada kali pertama," bahwasanya Dialah Yang Maha Memahami segala ciptaan; Yang menjadikan api melalui kayu hijau untuk kalian supaya kalian dapat menyalakan api melalui hal tersebut", lalu bukankah Tuhan yang telah menciptakan langit beserta bumi itu berkuasa menciptakan hal-hal yang serupa dengan diri mereka? tentu saja, sebab Dialah Yang Maha Mencipta, Maha Mengetahui. (Ayat:77-81)
  • Sungguh perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu maka Dia berkata tentang itu: "Jadi" maka terjadi,
    bahwa Dipermuliakanlah Yang berada di TanganNya, Kuasa terhadap segala sesuatu, sungguh kepada Dia, kalian berpulang. (Ayat:82-83)

Pendidikan Karakter

Pengertian pendidikan karakter
karakter dapat diartikan sebagai cara pola berpikir dan berperilaku seseorang yang merupakan mencerminkan dirinya baik secara individu maupun secara bersama sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat dan bernegara. Untuk lebih singkatnya karakter merupakan pembawaaan seseorang yang didapatkan sejak kecil. Karakter sangat erat hubungannnya dengan nilai nilai agama, kejiwaan, akhlak dan budi pekerti seseorang yang membedakan terhadap yang lainnya. Sejalan dengan perkembangan jaman juga di ikuti dengan pergeseran moral sebagai karakter/ budaya negara timur, baik yang datang dari negara kita sendiri maupun budaya yang dibawa dari negara asing. Merujuk dari hal diatas maka saya mengangkat tema pendidikan berkarakter anak usia dini sebagaai pembekalan diri.
Pentingnya pendidikan karakter pada anak usia dini
Bila diperhatikan saat sekarang tingginya tingkat kriminalitas, seperti maraknya penggunaan narkoba, kekerasan terjadi dimana mana, dan yang paling parah lagi rasa hormat terhadap orang lebuh tua semakin menurun terlepas dari pergaulan serta pendidikan yang ditanamkan pada dirinya di usia dini. Di usia 6 bulan sampai dengan 1 tahun pertama merupakan usia yang paling berpengaruh dalam perkembangan anak hingga tumbuh remaja. Usia 6 bulan sampai dengan satu tahun merupakan usia 
pada usia ini sangat menentukan ketika anak tumbuh dewasa dimana bila salah dalam mendidik pada usia tersebut kemungkinan besar anak tersebut juga salah, sebaiknya  diberikan pengenalan terhadap pendidikan karakter pada usia dini

Orang tua dalam keluarga adalah merupakan hal yang berpengaruh dalam berhasil atau tidaknya dalam mendidik karakter seorang anak, baik secara fsikis seperti pemenuhan kebutuhan akan makan dan mimum juga kebutuhan kasih sayang serta rasa aman dari gangguan apapun terhadap anak. Anak usia dini sangat sensitif terhadap apa yang ia lihat, karena anak lebih sering bersama orang tua tentu akan meniru apa yang dilakukan pihak orang tua. Bila orang tua dalam mendidik atau berperilaku secara keras, lembut, demokrasi, otoriter, dan lain sebagainya kemungkinan besar anak tersebut akan merekam- artikel tentang pendidikan.
Nilai yang ditanamkan dalam mendidik anak di usia dini
Dalam membangun karekter anak kita harus menanamkan nilai nilai posistive seperti:
  1. Taat kepada agama/religius
  2. Jujur baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan, jangan sesekali memperlihatkan sikap curang terhadap anak karena dia akan merekam dan akan melakukan hal yang sama
  3. Bertanggung jawab dalam segala hal yang ia lakukan
  4. Rasa percaya diri- rasa percaya diri perlu ditanamkan terhadap anak agar saat ia remaja tidak suka minder yang membuat ia tertinggal dengan sebayanya.
  5. Mandiri
  6. Demokratis
  7. Peduli terhadap sesama.
  8. Hormat dan sopan kepada orang tua serta orang lain yang lebih tua
  9. Disiplin disegala hal
  10. Pekerja keras dan lain sebagainya yang merupakan sikap positive.
  11. Mewujudkan Pola pikir yang berkarakter
Membentuk karakter bukanlah perkara yang mudah dan simple diperlukan aksi nyata karena karakter memang tidak  dapat diwariskan atau diturunkan begitu saja melainkan membangun secara berkesinambungan dan berkelanjutan melalui pola pikir dan aksi nyata. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk merealisasikan itu diantaranya dengan pengenalan dan menanamkan nilai nilai positive diatas.
Meski kita telah berupaya semaksimal mungkin tetapi seringkali berseberangan dengan apa yang harapkan. Umumnya Pendidikan karakter anak dipengaruhi tiga faktor seperti rumah tangga, lingkungan sekolah, tempat bermain maupun masyarakat luas.Pembentukan karakter tidak akan terealisasi bila ketiga stakeholder tidak ada kesenambungan serta keharmonisan.  Dengan demikian, lingkungan keluarga merupakan faktor utama  dalam pembentukan karakter yang selanjutnya lingkungan sekolah melalui pembelajaran maupun materi materi terapan untuk memperkuat siklus yang akan dibentuk tadi. Disisi lain faktor lingkungan merupakan tidak kalah penting untuk keberhasilan dalam membentuk pola anak.
Melihat banyaknya 
 yang bermunculan untuk mewujudkan karakter anak yang berkualitas dan menjanjikan untuk menjawab persoalan bangsa ini khususnya tentang moral, namun pada kenyataannya seringkali tidak sesuai dengan harapan. Untuk itu diperlukan sebuah upaya atau progaram yang terukur untuk menilai berhasil tidaknya pendidikan yang diterapkan.

Bila dengan memberi tes soal yang berhubungan dengan pendidikan karakter tentu tidak mewakili tentang yang sebenarnya.Misalkan pertanyaan berhubungan tentang sikap peduli terhadap sesama, yang bila sianak memiliki teman satu kelas kehilangan pensil maupun 
 lainnya dimana alat tersebut penting untuk melanjutkan proses belajar mengajar semantara anak tersebut memiliki alat tulis lebih dari satu langkah baik seperti apa seharusnya dilakakukan. Maka untuk mendapatkan nilai yang bagus tentu akan menilus meminjamkan alat tulis yang ia miliki lebih dari satu. Bagaimana dengan kenyataannya sesuunggunya bila itu bukan merupakan soal yang diberikan guru kelas akan berlaku sama dengan jawaban yang ditulis tadi.

Lantas seperti penilaian seperti apa untuk mengetahui sianak benar benar memilki karakter yang berkualitas! langkat yang tepat untuk menilai anak tersebut dengan melakukan pengamatan. Misalnya disekolah dengan tidak sadar anak tersebut telah dinilai guru kelas baik dari segi belajar mengajar maupun dalam sikap pergaulannya dilingkungan sekolah apakah. Bilamana kita telah melihat anak tersebut sudah sesuai dengan harapan untuk tahap awal sudah berhasil tinggal mempertahankan dengan memberikan contoh nyata dan nilai nilai positive
sekian..